BlackBerry hingga kini masih menjadi perangkat populer, terutama di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia. Salah satu alasan mengapa masih banyak penggemar BlackBerry enggan berpindah ke lain hati disebabkan sistem operasinya memiliki interface simple dengan keyboard qwerty yang membuatnya menjadi perangkat sosial media terbaik.

Namun bagaimana jadinya jika BlackBerry tidak lagi eksklusif? Maka prediksi kami, BlackBerry bisa saja digunakan oleh industri di luar telepon selular, seperti yang terjadi pada QNX yang telah diadopsi oleh dunia otomotif. “QNX sudah memperoleh lisensi di sektor otomotif  dan kini kita bisa melakukannya dengan BlackBerry 10,” kata CEO RIM Thorstein Heins kepada Bloomberg.

BlackBerry 10 memang dibuat hasil kerjasama BlackBerry dengan QNX Software System yang belakangan dibeli RIM dengan harga $ 200 Juta. Namun kemungkinan lisensi BlackBerry 10 akan digunakan pada dunia telepon selular sepertinya agak kecil, setelah Samsung menolak konfirmasi pembelian BlackBerry 10 beberapa waktu yang lalu.